Senin, 18 September 2017

Drama Kolosal Sukma Bangsa Pidie Pukau Peserta Upacara 17 Agustus



Sigli, 17 Agustus 2017, penampilan Drama Kolosal yang diperankan oleh sekitar 150 siswa Sekolah Sukma Bangsa Pidie memukau para peserta upacara bendera 17 Agustus di Kecamatan Peukan Baroe Kabupaten Pidie.

Drama kolosal yang bertajuk “Kerja Bersama untuk Indonesia Jaya” itu menceritakan betapa pengorbanan rakyat Indonesia untuk mencapai kemerdekaan yang hakiki sejatinya sampai detik ini tidak lepas dari pengorbanan semua pihak. Semua stake holder mempunyai peran penting dalam memajukan Indonesia. Semuanya menjadi pahlawan bagi Indonesia. Siapapun itu, yang sampai detik ini bekerja untuk Indonesia, bekerja untuk kemajuan bangsa adalah pahlawan bagi Indonesia.

Bu Icha, sang sutradara penampilan kali ini didampingi Bu Ira sebagai asisten sutradara menyampaikan kepuasannya terhadap penampilan anak-anak kali ini. “Alhamdulillah mereka tampil maksimal, padahal waktu latihan yang diberikan sangat singkat yakni 3 minggu untuk sebuah pementasan kolosal yang melibatkan 150 pemain, tapi anak-anak serius memerankan setiap perannya masing-masing,” ujar Icha.

Kahfi Rafsanjani, tokoh utama dalam drama kolosal yang berperan antagonis sebagai potret penjajah dan penghalang kemerdekaan Indonesia menyampaikan keharuannya dalam memerankan tokoh tersebut. “Saya sebagai orang yang ingin menguasai Indonesia, saya adalah penjajah rakyat Indonesia, adegan terakhir ketika para pejuang mendorong saya dari kursi kekuasaan dan merebut bendera besar Indonesia itu yang membuat saya merinding dan sangat menghayati adegan itu,” ujarnya usai kegiatan berlangsung.

Sebagaimana kebiasaan dari tahun ke tahun upacara bendera dalam rangka memperingati hari kemerdekaan 17 Agustus, tahun ini pihak kecamatan mempercayakan Sekolah Sukma Bangsa Pidie sebagai pengisi acara seremonial. Selain drama kolosal, Sekolah Sukma Bangsa Pidie juga dipercayakan menjadi pembawa acara (MC), pembaca undang-undang, serta tim paduan suara (obade). Semoga tahun-tahun berikutnya Sekolah Sukma Bangsa Pidie dipercayakan kembali untuk mengisi kegiatan upacara tersebut. (MP)